Tuesday, 16 June 2009

- Teori frekuensi bercermin seseorang


Ada 5 teori yang mengakatan mengapa seseorang sering atau jarang bercermin. Gw secara gak sengaja menemukan teori ini ketika lagi googling di neuron-neuron otak gw, ketika mata dan telinga gw gak sanggup lagi nge-download jpg-jpg di papan tulis dan mp3-mp3 yang di-release guru di depan.
(kalau gak salah, penemuan itu terjadi 3 tahun yang lalu)

Inilah ke-5 teori tersebut:

Teori 1 -> Ronal Akbar Chaniago (1621)

- Sering Bercermin
Karena ketika bercermin, ia bisa melihat pemandangan indah di dalamnya. Hatinya pun menjadi tentram dan damai.

- Jarang Bercermin
Karena ketika ia bercermin, ia hanya akan melihat sesuatu yang menakutkan/mengerikan/... yaa sejenisnya lah. Makanya ia takut melihat ke cermin.


Teori 2 -> Yudi Ardima Nasution (1923)

- Sering Bercermin
Karena ia belum yakin atau memang wajahnya yang masih belum indah. Sehingga ia bercermin untuk berdandan atau memperbaiki kerusakan pada wajahnya.

- Jarang Bercermin
Karena ia sudah yakin dan percaya bahwa wajahnya sudah ganteng atau cantik atau sejenisnya. Sehingga ia pun akan selalu percaya diri walaupun tidak bercermin.


Teori 3 -> Mirolas Wang Cheng (2007)

- Sering Bercermin
Karena ia kurang kerjaan

- Jarang Bercermin
Karena ia selalu sibuk


Teori 4 -> Ivanovsky Rachmaninov (2035)

- Sering Bercermin
Karena ia ingin melihat cerminnya yang bersih, cantik, baru, mahal, keren banget, mewah, dkk.

- Jarang Bercermin
Karena ia tidak ingin melihat cerminnya yang retak-retak, kotor, usang, lapuk, murahan, dkk.


Teori 5 -> Dani McCave (7593 B.C.)

- Sering Bercermin
Karena ia belum pernah melihat cermin, jadinya ia tertarik dan tidak bosan-bosannya ketika bisa melihat cermin.

- Jarang Bercermin
Karena ia sudah sering melihat cermin, jadinya ia bosan dan tidak ingin lagi melihat cermin.

'

nb: jangan terlalu memikirkan tahun penemuan dan nama-nama pemilik teori-teori di atas..

No comments:

Post a Comment